panduan dasar administrator linux

Diposting oleh agunkz | 19.22 | 0 komentar »

Oleh: Susilowati, PT. Linuxindo Total Solusi

Linux mulai booming di pertengahan tahun 1998. Linux adalah suatu sistem operasi yang merupakan turunan UNIX. Linux merupakan sistem operasi yang Free License. Free disini berarti bebas, yaitu bebas untuk memperbanyak, mengembangkan bahkan mendistribusikannya. Hal ini disebabkan Linux menganut prinsip Open Source yang menggunakan sistem lisensi GPL (General Public License).

Linux tersedia bebas di Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat dianggap sebagai versi kemasan LINUX. Yang paling penting adalah fakta bahwa LINUX memiliki akar perkembangannya dari Internet. Jadi LINUX dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan dan pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, maka Internet menjadi pilihan alat bantu.



Oleh karena sistem operasi Linux sangat efektif dan efisien, maka tidak ada salahnya bagi lembaga pemerintahan untuk menggunakan software ini. Hal pertama yang harus dilakukan saat migrasi ke Linux adalah dengan meng-install sistem operasi Linux ke komputer anda. Cara instalasi Linux pun tidaklah sulit, karena saat ini Linux sudah menggunakan GUI (Graphical User Interface) sehingga memudahkan kita untuk meng-install sistem operasi ini. Hal ini berbeda ketika Linux baru muncul, dimana tampilannya hanya “layar hitam” dan ketika akan menjalankannya harus mengetikkan command line.


Sistem Operasi Linux mencakup:

* Ratusan program, termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas.
* Perangkat bantu yang mendukung jaringan seperti; Ethernet dan lain-lain
* Produk perangkat lunak yang handal, termasuk versi pengembangan terakhir yang belum ada versi komersialnya.

Bagi seorang administrator, yang harus dikuasai adalah Linux Administration dan Linux Jaringan. Dimana seorang administrator merupakan seorang yang bertanggung jawab terhadap sistem komputerisasi (server) yang ada di sebuah perusahaan atau institusi tempatnya bekerja. Sebagai seorang sistem administrator, hendaknya dapat menganalisis kebutuhan pengguna komputer tersebut sesuai kebutuhan pekerjaannya sehari-hari.

Tugas dan tanggung jawab seorang administrator mulai dari konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunaknya sampai dengan membuat dokumentasi. Selain itu, tugas administrator lainnya adalah termasuk membangun jaringan, menginstalasi jaringan, mengkonfigurasi kernel, konfigurasi router sampai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan user mengenai masalah pegoperasian suatu aplikasi yang ada.


Untuk mendukung pekerjaannya, seorang sistem administrator perlu mempelajari dan juga menguasai sistem operasi Linux mulai dari Instalasi Linux, perintah dasarnya, sampai menguasai konfigurasi penting, diantaranya:- Instalasi dan konfigurasi Linux System Administration seperti kompilasi kernel dan setting TCP/IP, sampai konfigurasi printer juga meskipun terlihat sepele tapi hal ini sangat penting karena berhubungan dengan pekerjaan user sehari-hari.- Instalasi dan konfigurasi Linux Jaringan yang mencakup Linux Internetdan Intranet Server dimana yang harus di kuasai adalah setting email server karena saat pertama migrasi server, yang terpenting adalah migrasi email server setelah itu baru migrasi yang lainnya. Untuk dapat migrasi email server ke Linux, seorang sistem administrator perlu menguasai konfigurasi aplikasi pendukungnya seperti: proxy server, bandwidth management, apache web server dan lainnya yang berhubungan dengan jaringan.- Instalasi dan konfigurasi Linux Security untuk dapat melindungi sistem yang telah dibuatnya supaya aman. Meskipun kita tahu bahwa tidak ada suatu sistem operasi pun yang 100% aman.

Dengan sifatnya yang Open Source, source code Linux yang tersedia akan sangat memudahkan para pengguna yang ingin mempelajari seluruh sistem, ataupun bila para pengguna ingin memeriksa secara detil. Bila perlu pengguna pun bisa melakukan kompilasi ulang seluruh program untuk meyakinkan akan tiadanya celah security atau yang biasa disebut “Hole” yang dapat disusupi orang yang tidak bertanggung jawab untuk sekedar iseng maupun dengan tujuan merusak.

Faktor-faktor keamanan dapat berupa :

1. Faktor manusia

Faktor ini merupakan faktor yang paling berperan dalam suatu sistem keamanan, karena kesalahan terbanyak disebabkan oleh faktor manusia.

2. Faktor teknis seperti :

a. Tebak Password

Metode ini kadang berhasil dan kadang tidak. Tapi ada juga yang menggunakan suatu software yang dapat mengacak password dengan membuat suatu kombinasi-kombinasi tertentu (huruf dan angka).

b. Kuda Trojan

Metode dengan memasukkan suatu aplikasi atau skrip yang disamarkan yang disusupkan pada suatu software, namun Linux sebagai software open source sangat membantu untuk menanggulangi hal ini.

c. Back Door

Metode ini hampir mirip dengan kuda trojan dimana pembuat virus ini dapat mengakses suatu sistem dengan memakai password yang dimilikinya.

d. Program-program SUID

Metode ini memanfaatkan suatu program yang memerlukan akses super user (seperti root)

e. Sistem Ijin file dan director

Di Linux, semua file dan directory mempunyai pemilik dan model yang dimilikinya, jadi harus di setting dengan benar model kepemilikannya supaya tidak dapat diakses oleh orang lain untuk disalah gunakan.

f. Buffer Overflows

Cara ini mengeksploitasi kegagalan membaca buffer dari suatu program yang menyebabkan adanya kemungkinan untuk dapat menulis ke memori sistem yang dialokasikan untuk buffer baca, dengan demikian maka ia dapat melakukan akses root.

g. Scanning dan Sniffing

Metode ini dilakukan dengan memonitor lalu lintas paket yang lewat, sehingga password yang tidak di enkripsi dengan baik akan mudah terbaca.

h. Spoofing

Cara ini dengan memalsukan suatu host atau server untuk mendapatkan password untuk mengakses server yang sesungguhnya.

i. DOS (Denial Of Service)

Metode ini dengan cara membuat server menjadi sibuk melayani client-client (komputer pengguna) palsu sehingga mengabaikan client yang sesungguhnya.

3. Faktor fisik lainnya

Faktor ini dapat berupa pencurian fisik komputer atau dengan pemutusan kabel dan lain-lain.

Dengan banyaknya cara untuk menerobos keamanan sistem anda, maka seorang sistem administrator juga perlu menguasai security di Linux yang meliputi enkripsi seperti PGP, SSL, SSH, IDS seperti tripwire dan portsentry, firewall serta backup untuk mem-backup data secara periodik untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, misalnya ada yang menyusup ke sistem kita dan merusak data yang ada. Apabila anda memiliki backup-nya, maka hal itu tidak akan mengganggu stabilitas kegiatan instansi anda.

Selain untuk seorang Administrator, Linux juga menyediakan aplikasi untuk memudahkan pengguna untuk mengerjakan keperluan kantor sehari-hari, yaitu aplikasi OpenOffice. Kemampuannya OpenOffice sama dengan aplikasi Microsoft Office yang banyak kita jumpai. Bila ada yang bilang bahwa menggunakan OpenOffice itu susah, kemungkinan hanya kurang terbiasa saja menggunakan aplikasi ini, karena memang tata letak menu-menu yang berbeda meskipun fungsinya sama. Sesuai dengan kata pepatah bahwa “bisa karena terbiasa”.

Info +
Administrator ICT

Administrator information communication technology (ICT) adalah orang yang bertanggung jawab terhadap jalannya sistem ICT di sebuah organisasi/ perusahaan. Beberapa hal yang menjadi tugas administrator adalah memasang dan men-setting hardware dan software, mengantisipasi keamanan (virus, cracker), mem-backup file, memonitor jaringan dan sebagainya.

Open Source
Piranti lunak yang menggunakan prinsip dengan kode program terbuka (bisa diketahui siapa saja). Open Source berlawanan dengan piranti lunak proprietary yang kode programnya tertutup (tidak boleh diketahui). Saat ini peredaran piranti lunak Open Source kian meluas karena sifatnya yang bebas, mudah diperoleh dan biaya lisensinya yang jauh lebih murah bahkan ada yang gratis.
LAST_UPDATED2

0 komentar

SELAMAT DATANG. Original design by : Yanku-template | Sponsored by : Tutorial87 / Commentcute / Free Blogger Template